Jangan Dengerin Omongan Orang, Ini Sebabnya!

Ini adalah salah satu hal yang penting dalam pengembangan karir di dunia kerja maupun usaha. Yaitu jangan dengerin omongan semua orang,ada yang boleh kalian dengerin tapi kebanyakan gak perlu kalian dengerin. Kenapa begitu? Mari kita bahas

Internet Penuh Dengan Pendapat

internet penuh dengan pendapat
internet penuh dengan pendapat dan akan semakin bertambah seiring waktu

Internet sekarang ini sangat penuh dengan pendapat, komentar, aspirasi, kritik yang mana kalo kita mendengarkan semunya. Itu akan membuat kita pusing bahkan bisa stress bahkan yang parah lagi bisa sampai depresi. Dan ujung ujungnya kalian gak melakukan apa apa karena kalian bingung. Jaman dulu ini tidak terjadi bukan karena gak ada orang yang ngasih pendapat mereka tetap ada. Tapi mereka tidak terjejaring dengan adanya internet apabila kalian memposting sesuatu bahkan dalam hitungan detik banyak orang bisa bereaksi dengan hal tersebut. Jaman dulu kalo kalian melakukan sesuatu di rumah paling hanya orang rumah yang akan bereaksi. Contoh misalkan kita memposting di twitter tulisan “menurut gue pemain bola terbaik di dunia adalah arjen robben”. Dalam hitungan detik banyak orang bisa bereaksi apabila melihat postingan tersebut, dari yang ngerti bola sampe yang gak ngerti bola. Jadi kita mengerti bahwa kondisi jaman sekarang dengan jaman dulu berbeda.

Nah kenapa menurut gue kita jangan dengerin omongan semua orang karena belum tentu berbobot. Pernah gak kalian nonton bola bareng temen atau bareng siapa gitu rame, ada orang yang ngasih tau pemainnya harus apa. “aduhh…harusnya tuh dioper kesitu”, “kenapa gak langsung shoot aja” bayangin orang yang gak pernah main bola secara profesional  ngasih tau pemain yang ngabisin waktu hidupnya untuk belajar dan bermain sepak bola. Kalo misalkan orang itu main di pertandingan itu gue yakin baru 5 menit langsung diganti sama pelatihnya. Dan coba bayangin misalkan Lionel Messi ngedengerin omongan fansnya soal bermain bola yang bahkan mereka gak pernah ikut kompetisi bola.

Cara Memilah Omongan Orang

Jangan dengerin omongan semua orang karena semua orang belum tentu melakukan hal yang kita lakukan. Sehingga omongan mereka kadang tidak memiliki bobot, mari coba dengan contoh tadi. Sebagai seorang penikmat bola benar kalo mereka mengerti makro dalam permainan sepak bola. Tapi belum tentu penikmat bola tau apa yang harus dilakukan ketika berada di lapangan. Jadi akan sangat bodoh apabila seorang Lionel Messi mendengarkan omongan fansnya tentang cara bermain bola. Karena Messi sudah dari kecil berada di lapangan bola dan fansnya belum tentu pernah bermain dilapangan atau di sebuah kompetisi sepak bola. Sehingga omongan fansnya tidak memiliki bobot. Jangan dengerin omongan orang ketika omongan tersebut tidak memiliki bobot. Omongan yang berbobot adalah omongan yang datang dari keilmuan dan wawasan.

Sama seperti begini misalkan kita seorang manager investasi, lalu teman kita seorang desainer hanya mengerti investasi sebatas luarnya saja. Memberikan kita masukan bagaimana cara mengelola investasi, apabila kita mendengarkan masukan tersebut dan melakukan apa yang dia sarankan. Itu akan menjadi hal yang bodoh karena manager investasi lah yang lebih tau soal mengelola investasi dibandingkan seorang desainer yang mengerti tentang investasi diluarnya saja. “Tapi bisa aja desainer itu mungkin beneran jago dalam berinvestasi” itu hal yang berbeda, kita lagi membicarakan secara umum. Karena orang yang tidak pernah mengelola dana investasi orang lain tidak akan tau kompleksitas masalah tersebut.

Jadi jangan dengerin omongan orang apabila orang tersebut tidak pernah melakukan hal yang sama atau merasakan hal yang sama. Karena dengan begitu mereka tidak akan mengerti kompleksitas persoalan yang kita hadapi. Sekalipun orang yang mengerti tapi tidak pernah merasakan, akan tidak berbobot juga omongannya. Karena mereka belum tentu melakukan hal yang diomongin mereka ke kita apabila hal yang sama terjadi.

Harus Menjadi Bijaksana

Kebebasan berpendapat mengharuskan kita menjadi bijaksana dalam memilah informasi maupun mendengarkan omongan. Kaitannya dengan karir dan bisnis karena pendapat orang gak ada yang sama, kalian akan bingung siapa yang harus kalian dengarkan. Contoh Henry Ford (pendiri ford motor company) dia tidak mendengarkan kata konsumen, karena konsumen akan berkata mereka butuh kuda kuda yang lebih cepat. Terkadang sebagai konsumen kita tidak tau apa yang kita butuhkan sampai produknya muncul di depan dia. Justru sebagai seorang entrepreneur kita yang harusnya lebih tau tentang apa yang dibutuhkan konsumen. Kemampuan kita dalam memilih omongan mana yang harus kita dengerin itu krusial sekali. Dan penentunya adalah kebijaksanaan dan kecerdasaan kita, andalkan lah logika kita.

Semua orang boleh berpendapat soal pandemi, tapi dengerin lah yang memiliki keilmuan aja, seperti dokter, virologist dan sebagainya. Jangan dengerin pendapat orang tentang sebuah virus apabila orang tersebut tidak memiliki keilmuan soal virus. Boleh aja di dengerin tapi jangan di telan mentah mentah. Telan pendapat pendapat lain juga terutama yang memiliki dasar.

Pilih Guru Yang Tepat

Di internet banyak sekali orang yang membagikan ilmu atau menjadi guru untuk orang lain. Menjual kelas kelas keilmuan tapi walaupun gak semua, belum tentu mereka benar benar kredibel untuk mengajarkan orang. Banyak di internet yang memberikan tips menjadi kaya apabila kita ingin mendengarkan tips menjadi kaya. Dengarkan lah tips dari orang yang selama hidupnya kaya terus sampai usia dia tua karena dengan begitu omongan dia menjadi tervalidasi. Jangan dengerin omongan orang yang kaya dengan cepat, sebenernya boleh aja tapi jangan di telan mentah mentah. Kalo kita buka daftar 10 orang kaya di dunia maupun di Indonesia, diantara 10 orang tersebut gak ada pemenang lotre. Sekalipun di daftar orang terkaya di dunia ada orang yang mendapatkan kekayaannya dengan cepat. Mereka mendapatkan hal tersebut karena mereka melakukan sesuatu dengan sangat baik dan bernilai di mata dunia sehingga dunia memberikan reward yang besar atas hal itu.

Diluar sana banyak sekali guru, ada yang tentang marketing maupun hal lain, tapi pilihlah guru yang benar mereka sangat baik dalam hal itu. Misalkan kita ingin mencari guru dalam bisnis, pilihlah orang yang memiliki bisnis yang jelas dan memang baik dalam mengelola bisnisnya. Jangan dengerin omongan orang tentang bisnis kalo kita aja gak tau sebenernya bisnis mereka tuh apa dan seberapa baik bisnisnya. Jangan dengerin orang yang sekedar menjual kelas tentang sesuatu tapi tidak ada pembuktian bahwa mereka jago dalam melakukan hal tersebut.

Internet Akan Selalu Bising Dan Bertambah Bising

Kebijaksanaan kita dalam memilih omongan mana yang harus kita dengerin akan membawa kita kepada kebahagiaan. Karena kebahagiaan kita yang sesungguhnya tidak akan tercapai dalam bisnis dan karir apabila kita mendengarkan semua omongan orang. Sama seperti kita yang memberikan pendapat tentang bisnis, keuangan, karir dan teknologi. Kalian yang membaca jangan menelan mentah mentah apa yang kita omongin karena belum tentu kita benar. Bisa aja salah jadi kalian harus bijaksana dalam memilah informasi yang ada. Yang menurut kalian baik dan benar untuk dilakukan silahkan ambil dan kalo ada yang menurut kalian salah ya jangan diambil. Gue berharap kalian bisa menjalankan hidup yang kalian inginkan yang mebuat kalian bahagia setiap harinya. Tapi hal itu gak akan tercapai apabila kalian mendengarkan semua omongan orang. Jadi jangan dengerin omongan orang kalo itu tidak berbobot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.